Untuk wordnya silahkan klik dibawah ini
MAKALAH
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH
Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatNyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini, yang berjudul “Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah”
Banyak kesulitan yang kami rasakan namun berkat bantuan dari berbagai pihak sehingga kami dapat menyelesaikan makalah itu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan mudah-mudahan sumbangan pikiran kami yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi kelancaran masyarakat umumnya dan pada diri kami khususnya.
Sebelum dan sesudahnya kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan tenaga dan pikiran sehingga makalah itu dapat terselesaikan pada waktunya, kami menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Maka dari itu kami sangat mengharapkan kririk dan saran dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini.
Pada akhirnya hanya kepada Allah Swt kami memohon perlindunngan dari kesesatan dan kemungkaran, semoga usaha kami yang kecil ini membawa manfaat dan berkah, baik didunia maupun diakhirat. Aamiin yaa rabbal alamin……..
Palangka Raya, Desember 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
BAB I PENDAHULUAN 4
Latar Belakang Masalah 4
Rumusan Masalah 5
Tujuan 5
BAB II PEMBAHASAN 6
Pelaksanaan Pendidikan Islam Masa Rasulullah Di Makkah 6
Pelaksanaan Pendidikan Islam Masa Rasulullah Di Madinah 9
BAB III PENUTUP 13
Kesimpulan 13
Saran 13
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sejarah pendidikan Islam merupakan proses pendidikan sebenarnya Yang telah berlangsung sepanjang sejarah daan berkembang sejalan dengan perkembangan sosial budaya manusia dipermukaan bumi. Sementaara itu Allah menurunkan petunjuk-petunjuk guna menjaga dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan sosial budaya tersebut, agar tidak menyimpang dari tujuanpenciptaan alam manusia itu. Inilah antara lain yang dimaksudkan firman Allah yang menjanjikan ketentraman hidup bagi manusia yang mengikuti petunjuknya:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّى هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
"Kami berfirman, "Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS. Al-Baqarah :38)
Petunjuk-petunjuk tersebut, disampaikan kepada manusia melalui Rasul-Rasul Allah, pada masa dan kondisi dan dimana manusia perkembangan budayanya membutuhkan.
Ahmad Tafsir (1994) menyatakan bahwa pendidikan dalam Islam merupakan sebuah rangkaian proses pemberdayaan manusia menuju taklif (kedewasaan), baik secara akal, mental maupun moral, untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban-sebagai seorang hamba (abd) dihadapan Khaliq-nya dan sebagai ‘pemelihara’ (khalifah) pada semesta-(Tafsir, 1994). Karenanya, fungsi utama pendidikan adalah mempersiapakn peserta didik (generasi penerus) dengan kemampuan dan keahlian (skill) yang diperlukan agar memiliki kemampuan dan kesiapan untuk terjun ke tengah masyarakat (lingkungan). Dalam lintasan sejarah peradaban Islam, peran pendidikan ini benar-benar bisa dilaksanakan pada masa-masa kejayaan Islam. Hal ini dapat kita saksikan, di mana pendidikan benar-benar mampu membentuk peradaban sehingga peradaban Islam menjadi peradaban terdepan sekaligus peradaban yang mewarnai sepanjang Jazirah Arab, Asia Barat hingga Eropa Timur. Untuk itu, adanya sebuah paradigma pendidikan yang memberdayakan peserta didik merupakan sebuah keniscayaan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditentukan rumusan masalahnya yaitu antara lain :
1.Bagaimana pelaksanaan pendidikan Islam pada masa Rasulullah priode Makkah?
2.Bagaimana pelaksanaan pendidikan Islam pada masa Rasulullah priode Madinah?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini antara lain:
1.Untuk mengetahui sejarah pendidikan Islam pada masa Rasulullah priode Makkah
2.Untuk mengetahui sejarah pendidikan Islam pada masa Rasulullah priode Madinah
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pelaksanaan Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah Di Makkkah
Sebelum Nabi Muhammad memulai tugasnya sebagai rasul, yaitu melaksanakan pendidikan Islam terhadap umatnya, Allah telah mendidik dan mempersiapkannya untuk melaksanakan tugas tersebut secara sempurna, melalui pengalaman, pengenalan serta peran sertanya dalam kehidupan masyarakat dan lingkungan budayanya. Dengan potensi fitrahnya yang luar biasa, ia mampu secara sadar mengadakan penyesuaian diri dengan masyarakat lingkungannya,tetaapi tidak terlalu dalam kedalamnya. Ia mampu menyelami kehidupan masyarakatnya, dan dengan potensi fitrahnya yang luar biasa mampu membudaya masyarakatnya. Bahkan ia mampu menemukan mutiara-mutiara Ibrahim yang sudah tenggelam dalam lumpur budaya masyarakat tersebut.
Pelaksanaan pendidikan Islam yang dibawa oleh Rasulullah memiliki beberapa cara diantaranya yaitu sebagai berikut:
Secara senyap atau rahsia atau sirriyah : kepada kaum keluarga dan sahabat terdekat seperti isterinya Khadijah,Ali bin Abi Talib dan Abu Bakar as Siddiq yang berpusat di rumah Arqam bin Abi Arqam berlangsung selama 3 tahun.
Secara terang-terangan : Diperintah oleh Allah s.w.t selama 10 tahun. Ditujukan kpd kaum kerabat spt keluarga Abdul Mutalib dengan berceramah di rumah Ali bin AbiTalib. Ada keluarga yangmenerima dan ada yang menentang terutamanya Abu Lahab bapa saudara baginda.
Dakwah terbuka kepada orang ramai : - Di Bukit Safa – dihadiri olehsemua ketua-ketua pentadbir Mekah spt ketua Bani Abdul Mutalib, Bani Zahrah, Bani Tamin, Bani Makhzum dan Bani Asad. Abu Lahab mengganggu dakwah Nabi Muhammad s.a.w .
Cara nabi mendidik : menunjukkan contoh teladan dan akhlak yang baik. Nabi sendiri tidak pernah berdusta. Menyampaikan dengan hikmah berbincang lemah lembut, sabar dan doa. Menanamkan keimanan
Adapun kurikulum yang diajarkan oleh Rasulullah pada priode Makkah meliputi yaitu:
Akidah : rukun iman mengesakan Allah dan melarang mensyirikkannya dengan berhala dan sebagainya. Beriman kepada rasul-rasul teramsuk Nabi Muhammad S.A.W. Beriman kepada kitab-kitab termasuk Al-Quran wahyu daripada Allah S.W.T. Beriman kepada hari akhirat,manusia akan dihidupkan semula untuk mendapat pembalasan baik atau sebaliknya
Syariah : Bersolat : hanya Allah sahaja yang disembah. Konsep wajib, sunat ,halal, haram, harus dalam melaksanakan tanggungawab
Akhlak : Konsep amar maaruf spt hormat-menghormati, tolong menolong, jujur,amanah, berkata benar. Konsep nahi
Diantara tradisi yang terdapat dikalngan masyarakatnya, yang rupanya juga warisan Ibrahim,adalah tradisi bertahannus yaitu suatu cara menjauhkan diri dari keramaian orang, berhalwatdan mendekatkan diri pada Tuhan, dengan bertapa dan berdo`a mengharapkan diberi rejeki dan penngetahuan. Muhammad pun sering melakukan tahannus ini untuk mendapatkan petunjuk dan kebenaran dari Tuhan. Ia sering melakukan tahannus tersebut digua Hira. Disanalah ia mendapatkan apa yang dicarinya,yaitu kebenaran dan petunjuk dari Allah dan disana pulalah Muhammad dilantik oleh Allah menjadi Rasul, menjadi pendidilk bagi umatnya.
Muhammad mulai menerima Wahyu dari Allah sebagai petunjuk dan intruksi untuk melaksanakan tugasnya, sewaktu beliau telah mencapai umur 40 tahun, yaitu pada tanggal 17 Ramadhan tahun 13 sebelum hijriyah (6 agustus 610 Masehi). Petunjuk dan intruksi tersebut berbunyi :
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ
خَلَقَ الْإِنْسٰنَ مِنْ عَلَقٍ
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
الَّذِى عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنْسٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya: bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589], Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Q.s. 96: 1-5)
kemudian disusul dengan wahyu yang berikutnya, yaitu Qur`an surah Al-Madatsir ayat 1-7 yang berbunyi :
Artinya: Hai orang yang berkemul (berselimut),bangunlah, lalu berilah peringatan!, dan Tuhanmu agungkanlah!, dan pakaianmu bersihkanlah,dan perbuatan dosa tinggalkanlah,dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah(Q.S al-Muddatsir 1-7)
Perintah dan petunjuk tersebut yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Untuk memberikan peringatan kepada umatnya serta melaksanakan pendidikan di Makkah dengan materi/bahan pendidikan tersebut yang diturunkan secara berangsur-angsur. Adapun Pelaksanaan pendidikan yang beliau lakukan dikota Makkah yaitu sebagai berikut :
Pendidikan tauhid,dalam teori dan praktek
Sebagaimana dikemukakan, bahwa nabi Muhammad SAW, dalam melaksanakan tugas kerasulannya, berhadapan dengan nilai-nilai warisan Ibrahim yang telah banyak menyimpang dari yang sebennarnya. Inti warisan tersebut adalah ajaran tauhid. Muhammad memperoleh kesadaran dan penghayatan yang mantap tentang ajaran tauhid, yang intisarinya adalah sebagaimana tercermindalam surah Al-fatihah. Pokok-pokoknya adalah :
Bahwa Alllah adalah pencipta alam semesta yang sebenarnya, dialah satu-satunya yang menguasai dan mengatur alam ini sedemikian rupa sehingga merupakan tempat yang sesuai dengan kehidupan manusia. Oleh karenanya, hanya Dialah yang memiliki segalanya,yang berhak mendapatkan pujian.
Allah telah memberikan keperluan hidup, membimbing dan mendidik manusia dengan penuh kasih sayang Al-Rahman dan Al-Rahim. Pengertian Allah telah memiliki sifat tersebut memberikan dorongan dan menjabarkan sifat kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari terhadap sesama manusia.
Bahwa Allah adalah raja hari kemudian, telah memberikan pengertian bahwa segala amal perbuatan manusia sewaktu didunia ini akan diperhitungkan disana
Bahwa Allah adalah sesembahan yang sebenarnya dan yang satu-satunya. Hanya kepada Allah segala bentuk pengabdian ditujukan bukan kepada berhala-hala.
Bahwa Allah adalah penolong yang sebenarnya, dan oleh karenanya hanya kepadaNya lah manusia harus meminta pertolongan
Bahwa Allah sebenarnya yang membimbing dan memberi petunjuk kepada manusia dalam mengarungi kehidupan dunia yang penuh dengan rintangan,tantangan dan godaan. Allah memberikan petunjuk kearah jalan yang lurus, jalan yang ditempuh oleh orang shaleh terdahulu, jalan hidup warisan Ibrahim yang sebenarnya.
Itulah intisari ajaran tauhid yang dibawa oleh Muhammad yang akan dididikan oleh umatnya. Pelaksanaan tauhid tersebut ternyata jelas-jelas bertentangan dengan praktek kehidupan sehari-hari umat yang dihadapinya sehingga dengan demikian wajarlah kalau pada mulanya ia banyak mendapat cemoohan dan rintangan dari umat-umatnya.
Mahmud Yunus, dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islam ,menyatakan bahwa pembinaan pendidikan Islam masa Makkah ini meliputi:
1.Pendidikan keagamaan
2.Pendidikan akliyah dan ilmiah
3.Pendidikan akhlak dan budi pekerti
4.Pendidikan jasmani (kesehatan)
Pengajaran Al-Qur`an di Makkah
Al-qur`an adalah meerupakan intisari dan sumber pokok dari ajaran Islam yang disampaikan oleh Muhammad SAW kepada umatnya. Ada bebrapa faktor yang memungkinkan Muhammad SAW mengajarkan Al-qur`an dengan baik dan sempurna. Masyarakat Arab pada masa itu dikenal sebagai masyarakat ummi yang pada umumnya tidak bisa membaca dan menulis. Hanya ada beberapa orang saja yang dapat menulis dan membaca, memberi indikasi bahwa baca tulis belum membudaya dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Pada masa permulaan Nabi Muhammad SAW mengajarkan islam di Makkah, telah ada beberapa orang dikalangan masyarakatnya yang pandai tlis-baca. Mereka antara lain adalah: Umar bin Khattab,Ali bin Abi Thalib,Usman bin Affan, Abu Ubaidah bin Al jarra, Thalhah, Yazid bin Abu sufyan, Abu Hudaifah bin Utbah, dan lain-lain.
Pengajaran Al-qur’an tersebut berlangsung sampai dengan nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya hijrah ke Madinah sejalan dengan itu berpindahlah pusat pengajaran Al-Qur`an kemadinah. Penghafalan dan penulisan Al-Qur`an berjalan terus, sampai dengan masa akhir turunya.dengan demikian Al-qur`an nenjadi bagian dari kehidupan mereka, baik dalam bentuk hafalan maupun dalam bentuk tulisan. Hal ini menambah kekayaan budaya mereka,yang pada mulanya budaya Lisan, sekarang berkembang juga budaya tulis. Yang semua tujuannya adalah pedoman dan petunjuk seluruh umat manusia.
B. Pelaksanaan Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah Di Madinah
1.Pembentukan dan pembinaan Masyarakat baru menuju satu kesatuan sosial dan politik
Masalah pertama yang dihadapi nabi Muhammad SAW dan kaum Muhajirin, adalah tempat tinggal. Sementara para Muhajirirn menginap dirumah-rumah kaum Anshor, tetapi nabi Muhammad SAW memerlukan suatu tempat khusus-khusus ditengah-tengah umatnya sebagai pusat kegiatan, sekaligus sebagai lambang persatuan dan kesatuan diantara kedua kelompok masyarakat yang mempunyai latar belakang yang berbeda. Kemudia beliau melakukan kegiatan selanjutnya bersama kaum muslimin untuk membangun Masjid. Dalam memilih lokasi pembangunan masjid tersebut dalam riwayatnya bahwa Nabi Muhammad SAW menaiki untanya kemudian unta tersebut berlutut ditempat penjemuran kurma milik Sahl dan Suhail bin Amr. Singkat ceritanya , kemudian Beliau membeli tanah tersebut untuk digunakan tempat pembangunan Masjid. Dalam pembangunan masjid tersebut Nabi Muhammad SAW turut bekerja yang dibantu oleh kaum muslim baik dari kalangan mujahirin dan kaum Anshor.
Setelah selesai pembangunan masjid tersebut maka disekitarnya dibangun pula tempat-tempat tinggal sederhana sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya masjid tersebut digunakan sebagai pusat kegiatan beliau bersama kaum Muslimin untuk secara bersama-sama membina masyarakat baru, masyarakat yang disinari oleh tauhid dan mencerminkan persatuan dan kesatuan umat. Dimasjid itu pula Nabi Muhammad SAW bermusyawarah untuk mengajak umatnya mengenai berbagai urusan, mendirikan sholat berjama`ah, membaca Al-Qur`an, baik dalam mengulang ayat-ayat yang sudah diturunkan terdahulu maupun membacakan ayat-ayat yang baru diturunkan. Dengan demikian masjid tersebut merupakan pusat pendidikan dan pengajaran.
Tugas selanjutnya yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW adalah membina dan mengembangkan persatuan dan kesatuan masyarakat Islam yang baru tumbuh tersebut, sehingga mewujudkan satu kesatuan sosial dan satu kesatuan politik.
2.Pendidikan sosial politik dan kewarganegaraan
Materi pendidikan sosial dan kewarnegaraan islam pada masa itu adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam konstitusi Madinah, yang dalam prakteknya diperinci lebih lanjut dan di sempurnakan dengan ayat-ayat yang turun Selama periode Madinah.
Tujuan pembinaan adalah agar secara berangsur-angsur, pokok-pokok pikiran konstitusi Madinah diakui dan berlaku bukan hanya di Madinah saja, tetapi luas, baik dalam kehidupan bangsa Arab maupun dalam kehidupan bangsa-bangsa di seluruh dunia.
3.Pendidikan anak dalam Islam
Dalam islam, anak merupakan pewaris ajaran islam yang dikembangkan oleh Nabi Muhammad saw dan gnerasi muda muslimlah yang akan melanjutkan misi menyampaikan islam ke seluruh penjuru alam. Oleh karenanya banyak peringatan-peringatan dalam Al-qur’an.
Adapun garis-garis besar materi pendidikan anak dalam islam yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang diisyaratkan oleh Allah SWT dalam surat Luqman ayat 13-19 adalah sebagai berikut: Pendidikan Tauhid, Pendidikan Shalat, Pendidikan adab sopan dan santun dalam bermasyarakat, Pendidikan adab dan sopan santun dalam keluarga, Pendidikan kepribadian, Pendidikan kesehatan, Pendidikan akhlak.
4. Kurikulum pendidikan Islam pada masa Rasulullah priode Madinah
Mengindentifikasikan kurikulum pendidikan pada zaman Rasulullah terasa sulit, sebab Rasul mengajar pada sekolah kehidupan yang luas tanpa di batasi dinding kelas. Rasulullah memanfaatkan berbagai kesempatan yang mengandung nilai-nilai pendidikan dan rasulullah menyampaikan ajarannya dimana saja seperti di rumah, di masjid, di jalan, dan di tempat-tempat lainnya.Sistem pendidikan islam lebih bertumpu kepada Nabi, sebab selain Nabi tidak ada yang mempunyai otoritas untuk menentukan materi-materi pendidikan islam.
Selain itu kurikulum yang diajarkan berupa mata pelajaran meliputi :
Peluasan ajaran Islam : Aqidah diteruskan menanam keimanan. Akhlak – akhlak manusia diteruskan dengan kemasyarakatan seperti muamalah, kejiranan, Kenegaraan 1 bulan kewajipan mendirikan solat Jum’at, mengerjakan puasa, haji, zakat, kekeluargaan di tambah dengan ibadat sunat
Institusi pengajian : Masjid Nabawi – pusat pendidikan Islam serambi bersambung dengan masjid disebut al Suffan sebagai tempat
Mempelajari bahasa asing : Rasulullah s.a.w menghantar para sahabat belajar bahasa asing untuk sebarkan /pendidikan Islam cth: Muaz bin Jabal ke Yaman, Abdullah bin Mas-ud ke Kufah, Abu Musa Al-Asyaari ke Basrah.
Pendidikan untuk semua : Rasulullah memberi peluang dan membuka ruang kepada semua orang untuk belajar sejajar dengan tuntutan dalam hadis yang bermaksud “ menuntut ilmu wajib bagi semua umat Islam.” Terdapat satu hari khas untuk mengajar kaum wanita. Saidatina Aishah menjadi rujukan para muslimat.
Pendidikan membaca dan menulis : Individu yang boleh membaca dan menulis diarahkan mencatat wahyu. Rasulullah mengarahkan orang yang boleh membaca dan menulis supaya mengajar orang lain. Contoh: Tawanan perang Badar yang tahu membaca dan menulis dikehendaki mengajar kanak-kanak Islam sehingga pandai untuk membebaskan diri mereka.
Pendidikan fizikal : Rasulullah menggalakkan menunggang kuda, memanah, berenang. “otak yang cerdas terletak di badan yang sehat”
Menulis surat kepada Negara lain : Rasulullah telah mengarahkan sahabat menyeru Islam kepada Raja Habsyah, Raja Mesir dan Iraq. Raja Habsyah menerimanya dengan baik tetapi yang lain memberi layanan yang buruk kepada utusan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil makalah dapat disimpulkan bahwa pendidikan islam pada masa Rasulullah memiliki dua priode yaitu:
Pendidikan masa Rasulullah pada priode makkah yang meliputi : Pendidikan tauhid,dalam teori dan praktek dan Pengajaran Al-Qur`an di Makkah.
pendidikan masa Rasulullah pada masa priode Madinah meliputi : Pembentukan dan pembinaan Masyarakat baru menuju satu kesatuan sosial dan politik, Pendidikan sosial politik dan kewarganegaraan, Pendidikan anak dalam Islam, dan Kurikulum pendidikan Islam pada masa Rasulullah.
B. Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat sebagai tambahan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan bagi pembaca ,terlebih lagi bermanfaat bagi kami pribadi. Selain itu segala kekurangan dalam makalah ini harus kita perhatikan sehingga tidak ada kekeliruan dan kesalahan dalam makalah ini terutama mengenai sejarah Rasulullah dalam memperjuangkan ajaran agama islam melalui pendidikan dan pengajaran.
DAFTAR PUSTAKA
http://ririnayurizki.blogspot.com/2012/10/makalah-pertumbuhan-dan.html diakses pada tanggal 22/09/2013/14:19
http://fastnote.wordpress.com/kurikulum-pendidikan-zaman-nabi-muhammad-s-a-w/ diakses pada tanggal 3/25/2014 9:38 PM
Zuhairini,dkk. 1992.’’ Sejarah Pendidikan Islam’’. Jakarta : Bumi Aksara
Komentar
Posting Komentar